Faktaberitaindonesia.net, Minahasa -Langit siang di Kelurahan Taler, Lingkungan III, Kecamatan Tondano Timur, Sabtu (24/1/2026), seolah ikut berduka. Tepat pukul 12.00 WITA, ratusan pelayat memadati Rumah Duka Keluarga Gerungan–Maramis untuk mengikuti ibadah pemakaman almarhumah Florencia Lolita Wibisono, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang terjadi di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Isak tangis dan doa mengalun pelan, menciptakan suasana haru yang mendalam.
Ibadah pemakaman dipimpin oleh Pdt. Rudi Pantouw, selaku Ketua Jemaat GMIM Taler. Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh jemaat dan keluarga untuk tetap kuat dan berserah kepada Tuhan di tengah kehilangan besar yang dialami. Doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan penghiburan dan penghormatan terakhir bagi almarhumah.

Turut hadir dalam ibadah tersebut Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundayang, para pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa, Camat Tondano Timur Vinlyvia Wulus, S.IP., M.M., Lurah Taler Markianto M, keluarga, rekan-rekan almarhumah, serta masyarakat Kelurahan Taler. Kehadiran unsur pimpinan daerah menjadi wujud empati dan kepedulian pemerintah terhadap duka yang dirasakan keluarga korban.
Giat ibadah berlangsung dengan tertib hingga pukul 15.00 WITA dan dilanjutkan dengan prosesi pengantaran jenazah menuju tempat pemakaman di Desa Ranomerut, Kecamatan Eris. Jenazah almarhumah diantar menggunakan mobil Ambulans Dokkes Polres Minahasa, dengan pengawalan ketat namun humanis oleh mobil patroli Satlantas Polres Minahasa, guna memastikan kelancaran dan keamanan arus lalu lintas sepanjang rute.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, anggota Polsek Toulimambot yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Toulimambot IPDA Stenly S. Carundeng, S.Psi, melaksanakan pengamanan terbuka dan tertutup, serta didukung oleh Dinas Perhubungan dan Sat Pol PP Kabupaten Minahasa. Sinergi lintas instansi ini memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan penuh penghormatan.
Hingga seluruh prosesi pemakaman selesai, situasi Kamtibmas terpantau aman dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan dengan pendekatan persuasif menjadi bagian penting dalam menjaga ketenangan, sekaligus memberikan rasa aman bagi keluarga dan masyarakat yang turut mengantar kepergian almarhumah ke tempat peristirahatan terakhirnya.
(Moka)





