Faktaberitaindonesia.net, Minahasa Utara- Di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto, desa-desa di Indonesia terus didorong untuk tampil mandiri, berdaya saing, dan menjadi pilar utama pembangunan nasional. Semangat tersebut kini menggema kuat di Desa Tiwoho, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, yang bersiap menapaki peran strategis sebagai desa percontohan pengelolaan ekowisata berbasis potensi lokal.
Komitmen ini kian nyata setelah salah satu Penggiat Desa Nasional asal Sulawesi Utara, Felix H. Mantiri, S.E., resmi dilantik sebagai Penjabat Hukum Tua Desa Tiwoho oleh Bupati Minahasa Utara Joune J.E. Ganda, S.E., MAP., M.M., M.Si (Cand.), melalui Sekretaris Daerah Minut, pada Senin (26/01).

Pelantikan tersebut menandai babak baru kepemimpinan desa yang berorientasi pada percepatan pembangunan dan penguatan ekonomi rakyat.
Usai melaksanakan serah terima jabatan (sertijab) pada Kamis (29/01), Mantiri yang juga tercatat sebagai Ketua Umum DPW Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI/DPN) Sulut serta Anggota Majelis Desa Indonesia (MDI) Sulut menegaskan komitmennya untuk menyukseskan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkokoh sistem pertahanan dan keamanan negara serta mendorong pembangunan ekonomi yang berdaulat.
Menurut Mantiri, komitmen tersebut di tingkat lokal diwujudkan melalui pengelolaan Dana Desa (DD) yang difokuskan pada delapan agenda prioritas pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa Desa Tiwoho memiliki posisi strategis yang harus dimaksimalkan, terutama melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, serta sektor unggulan ekowisata Mangrove Trail dan dermaga wisata.
“Tiwoho merupakan akses cepat menuju kawasan wisata unggulan Pulau Bunaken dan Siladen, yang dapat ditempuh hanya dalam waktu sekitar 20–30 menit. Oleh karena itu, fokus utama Dana Desa diarahkan pada pengembangan pariwisata bahari melalui delapan fokus prioritas yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Mantiri, didampingi Ketua Pokdarwis Tiwoho, Esly Matheos.
Sementara itu, Ketua Pokdarwis Tiwoho Esly Matheos menilai pembangunan dermaga wisata dan Mangrove Trail sebagai kunci pengembangan ekowisata desa yang selaras dengan agenda prioritas nasional. Menurutnya, optimalisasi delapan fokus Dana Desa mulai dari ketahanan pangan, pengentasan stunting, hingga penguatan ekonomi lokal—akan menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini bukan sekadar pembangunan mangrove atau dermaga. Ini tentang kemandirian ekonomi desa, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo menuju Indonesia Emas 2045. Kami siap mendukung penuh program kerja Pak Mantiri, dan berharap mendapat dorongan serta perhatian dari pemerintah daerah untuk merealisasikan visi besar ini,” tutur Esly.
Esly juga menyampaikan keyakinannya bahwa sosok Felix Mantiri SE yang dikenal sebagai penggiat desa dan salah satu tokoh muda dalam pembentukan Kabupaten Minahasa Utara, serta saat ini menjabat Wakil Ketua IV Bidang Humas dan Media Online DPD Desa Bersatu Sulut yang diketuai Anggota DPD/MPR.RI (Ketua BULD) Senator Ir. Stefanus B.A.N. Liow, MAP, maka perkembangan ekowisata dan pembangunan Desa serta kesejahteraan masyarakat akan membawa angin perubahan baru dan positif bagi Desa Tiwoho. Ujar Esly
Dengan sinergi pemerintah desa, kelompok sadar wisata, dan dukungan pemerintah daerah, Desa Tiwoho optimistis melangkah sebagai model sukses pembangunan desa berbasis ekowisata, sekaligus wujud nyata dukungan terhadap visi besar pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
(Redaksi)





