Faktaberitaindonesia.net, Lombok Timur – Sejumlah calon mitra satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) diduga dimintai uang puluhan juta hingga ratusan juta oleh oknum Korwil SPPG Lombok Timur Agam agar dapur yang dibangun bisa beroperasi dan diterima oleh BGN Pusat minggu ( 25/01/26).
Bukan hanya soal penjualan titik lokasi penentuan dapur yang dilakukan oleh Agam tetapi juga ada ancaman yang dikeluarkan oleh oknum koordinator MBG Lombok Timur Agam jika tidak dipenuhi keinginannya.

Salah satu pemilik dapur yang enggan di sebutkan namanya mengatakan sering kali Korwil lotim tersebut meminta agar semua permintaan diterima seperti pembelian material bangunan dan kelengkapan lainnya jika mau dibantu agar diterima kata pemilik dapur.
sementara Koordinator MBG Lombok Timur Agam menyampaikan melalui via telpon whatsapp saat di wawancara,saya tidak pernah jual beli titik karna di sistem itu langsung di tentukan oleh pusat sehingga jika ada penolakan dari pusat itu sesuai dengan yang di ajukan Mitra.
Tidak ada kewenangan dari Korwil kalau penentuan titik itu ada di portal dan ketika sudah di survei tim lapangan dan yang menentukan itu pusat dan kalau arahan itu kita hanya mengarahkan calon pemilik dapur itu ada beberapa catatan sehingga kita sampaikan ini kurang sesuai dengan sistem karna mungkin belum memenuhi syarat dan apa yang di tuduhkan mengenai siap tidak benar tutup Agam.
(Red/tim)





