Faktaberitaindonesia.net, Bojonegoro – Proyek pembangunan jalan cor rigid yang bersumber dari dana Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Donan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuai sorotan. Pekerjaan yang seharusnya meningkatkan kualitas infrastruktur desa tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan terkesan penuh kejanggalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek pembangunan jalan dengan lebar sekitar 4 meter dan panjang kurang lebih 1,3 kilometer itu menggunakan konstruksi rigid beton dengan spesifikasi tertentu.

Dalam perencanaannya disebutkan bahwa kedalaman setros atau pondasi seharusnya mencapai sekitar 120 sentimeter dengan panjang besi setros 150 sentimeter, dan kurangnya alat pemadatan seperti alat berat vibro.
Namun fakta di lapangan menunjukkan adanya perbedaan signifikan. Kedalaman setros yang ditemukan hanya sekitar 40 sentimeter, jauh dari standar yang seharusnya. Selain itu, panjang besi setros yang digunakan juga diduga hanya sekitar 75 dam bescos yang seharusnya 15 cm, setelah di cek di lapangan di temukan hanya 1 sampai 2 sentimeter, atau setengah dari ukuran yang direncanakan,
Selain persoalan pondasi, pekerjaan pengecoran juga menjadi perhatian. Berdasarkan rencana teknis, tebal lapisan dasar (LC) seharusnya sekitar 5 sentimeter dan tebal cor utama mencapai 15 sentimeter. Namun kondisi konstruksi di lapangan dinilai lemah dan tidak maksimal, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kualitas dan ketahanan jalan tersebut dalam jangka panjang.
Sejumlah pihak menilai lemahnya pengawasan menjadi salah satu faktor munculnya dugaan penyimpangan tersebut, anggaran yang menelan dana yang cukup besar 2,8 milyar, hanya di buat asal-asalan dan tidak sesuai speck yang memenuih kapasitas standar.
Pengawasan dari pihak kecamatan maupun dinas terkait, termasuk dari Dinas Pekerjaan Umum yang berperan sebagai konsultan, dinilai kurang optimal.
Proyek tersebut diketahui melibatkan pelaksana dari CV Tekat Bangun Sarana serta CV Bangun Enggal. Namun sejumlah warga menilai pekerjaan yang dilakukan terkesan asal-asalan dan tidak sesuai dengan standar teknis yang seharusnya diterapkan.
Masyarakat berharap pihak terkait segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Transparansi serta pengawasan yang ketat dinilai penting agar penggunaan dana pembangunan desa benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan penyimpangan dalam pekerjaan pembangunan jalan tersebut.
(Red)





